Selasa, 29 Desember 2015

Puisi (6)

"NYANYIAN DARI DESA"
Karya : Fakta P. B. 


Panen! Panen!
Bersumber dari sawah bersenandung bersama
Orang-orangan sawah berjoget ditengah kuningnya padi
Caping-caping dilempar pertanda kemenangan
Ya, mereka telah meraih semuanya...
Hujan telah suburkan impian
Pepohonan pinggir kali tersenyum mengiringi
Anak-anak berlarian menuju pematang
Senyumnya pun merekah seiring tawa canda bapak-ibunya
Mereka dambakan ini semua
Setelah Sang Penguasa Bumi belum mengabulkan doa
yang senantiasa dilantunkan sehabis Tahajjud
Dendang petani selaras dengan kicau burung
Awan hitam kini telah sirna
Menyapu kemuraman yang setahun hilang bersama harap
Satu harap 'tuk suburkan nadi kehidupan
Panen!
Subur!
Terima kasih untuk-Mu!
Hujaaan!
BYARRR!!!
Kini, tak luput satupun berdendang
Bernyanyi dibawah siraman anugerah-Nya.
30-12-2015

Puisi (5)

"TIDAK SELALU"
Karya : Fakta P. B. 


 Tidak selalu yang cantik itu menarik
Tidak selalu kemungkinan dapat jadi kenyataan
Tidak selalu sungai-sungai berwarna jernih
Namun bisa saja yang cantik itu buruk dan busuk
Kemungkinan menjadi petaka, 
dan sungai-sungai bersimbah darah merah...

Tapi semuanya bisa berganti dalam sekejap
Cantik berganti menawan...
Kemungkinan berganti keajaiban...
dan sungai-sungai bermata air dari susu...
Karena Tuhan menghendaki semuanya
Semua yang takkan terukur pasti oleh nalar kita 
Takkan pernah bisa....

5-10-2015
*dibuat pas peringatan HUT TNI* 

Sabtu, 26 Desember 2015

Ode untuk cinta (puisi)

"ODE UNTUK CINTA"
Karya : Fakta P. B. 



Lantunan kasihmu bekukan nafas insan bumi
Melagukan dendang berirama kepasrahan
Ya, aku pasrah depan pangkuanmu
Serta sirnakan pandangan bersihku

Jika sosokmu kerap hadirkan kesendirian
Kenapa ku masih menggenggam dirimu?

Telah banyak yang sakit
Cerita di sekelilingku terus menutur 
Hadirmu sesakkan ruang rindu yang lengang
Namun tak jarang senyum terulas 
di ujung bibir yang terkadang hadir banyak rasa
dalam bentuk kefanaan kata

Tetap ku 'kan berterimakasih
Kembali tertunduk di hadapmu
Hingga masa ini tak berdetak 
dan semuanya hilang seperti debu pasir

Kalian... berterimakasihlah padanya.


17-10-2015
*puisi ini sebagai bentuk syukurku pada CINTA*   

Pada Semburat Rembulan (puisi)

"PADA SEMBURAT REMBULAN DI MALAM ITU"
Karya : Fakta P.B. 


Angin membelah keheningan hati
Kian menusuk dada dan terbilang berhembus
Desir nadi getarkan rasa 
Coba gapai indahnya berkas-berkas malam
Aneh kurasakan tiap jengkal yang dini
Hingga...
Semburatnya nampakkan kemurungan hatinya
Seirama dengan hatiku
Meniti pada lagu pelan yang mengalun di radio kamar
Penuh dengan bait-bait memanjakan
Ternyata kau sedang bersedih, ya?
Aduhai... kenapa kini kau menyatu denganku?
Bagaimana kabar tetaburan bintang?
Matahari?
Awan yang takkan bergeming?
Galaksi?
Tolong kau tanyakan pada mereka
dan kelak kau curahkan padaku....
05-12-2015
   

Remaja dan Iblis (puisi)

REMAJA DAN IBLIS
Karya : Fakta P.B. 


Kau menggoda, takkanlah ku tergoda
Dengan lidah buasmu
Bicarakan hasrat dengan cinta
Kau berkoar... terus ku tepiskan
Gunakan mulut kotormu
Pamerkan dogma-dogma kenafsuan
Kau jilat sana-sini... Kuanggap itu sampah
Membusuk di segala penjuru 
Urat kehidupan seketika melemah dan berpasrah
Kau taburkan nista... aku terheran
Ingin sekali ku tanyakan,
dimana nurani dan mata hatimu?

Bukanlah pribadiku munafik
dan berkata sok suci
Aku pun begitu kotor dan hina
Namun itulah yang sesungguhnya
Realita dalam fana, imaji dalam nafsu
Industri iblis tak kasat mata namun tetap terasa
Mengembangbiakkan ribuan telur untuk para pendosa

HAI, Remaja !
Dini dan kini
Jauhilah lidahnya... 
Beranjaklah dari bibir dan mulutnya
dan coba musnahkan dengan bara
Moga ada sebuah doa yang terlontar: 

"Damailah di dunia!" 

04-12-2015
00:42 WIB 

Sebelum Rinduku Pulang (puisi)

SEBELUM RINDUKU PULANG
Karya : Fakta P.B. 


Sorot lampu mobil menerangi inci wajahku
Ketika hati ini ku tinggalkan di pintu rumah
Semuanya 'kan seperti sediakala
Mimpi yang ku simpan dalam tas ransel 
Kelak akan diriku buka
Hanya bagi mereka berdua, kulaporkan keluh kesah
Angan....
Marah...
Obsesi...
Ambisi....
Rinduku takkan terganti, Aku yakin...
Sangat yakin!
Hanya saja siapa yang mengantarkannya pulang?
Ketukkan daun pintu kekangenanku.


dibuat pada tanggal: 17-10-2015
*terinspirasi dari kisah kepulangan seseorang yang kembali ke rumahnya--dari inspirasiku dan pengalaman...*  

Penulis2 Favorit Gue

Hallo, hello, holla......
Balik lagi bersama gue: manusia kutu buku yang gak pernah bosen mantengin blog sendiri yang sama sekali belon ada yang merhatiin blog ini selain pemiliknya. Ckckck, kayaknya gue emang musti nyari sponsor buat meramaikan "dunia" gue ini. Blog ini bisa jamuran bahkan karatan (atau mungkin ditelan bumi disebabkan kiamat kubra yang melanda laptop gue!) andaikan gue, selaku sang pemilik enggan menggerakkan persendian jari dan anggota tubuh lainnya guna mengisi kekosongan blog dan berhak diapdet ini... Hiks, hiks. eike sedihh keleeuusss....

Ini postingan ketiga gue. Saat gue mosting ini, badan gue dibanjiri keringat dikarenakan cuaca panas yang sedang melanda Planet Bekasi (kok planet? bukannya Bekasi tuh kota, ya?). Dengan niat yang tulus dan pengorbanan yang besar untuk meng-apdet nih blog, gue persembahkan postingan ketiga ini!

Kali ini gue mo ngebahas soal penulis2 favorit gue. Kebanyakan penulis fiksi sih, karena sejak gue kecil hingga berumur 18 tahun kini (jenggot dan kumis hadir menghiasi muka gue yang senantiasa jerawatan apalagi kalo keringet lagi banyak2nya), gue seneng banget yang namanya baca cerita fiksi. Hampir semuanya udah gue lahap, mulai dari cerpen, novelet, novel panjang, bahkan artikel sampai bio/otobiografi tokoh2 terkenal semuanya udah gue nikmati. Nah, sejak saat itu gue punya satu mimpi dan cita2 suatu saat gue pengen banget bisa nulis, nerbitin buku, dan sukses menyandang profesi "penulis muda". Waah... itu udah jadi salah satu impian terbesar gue selama ini selain mempersunting Jurina Matsui atau disuruh memilih salah satu dari member JKT48 buat jadi permaisuri gue *digebok wota pake linggis* 
   Menurut gue jadi penulis itu juga profesi yang menguntungkan, apalagi sekarang banyak banget penulis muda berbakat sukses dengan karya2nya. Contoh: Raditya Dika dengan Kambing Jantan-nya, Andrea Hirata melejit lewat Laskar Pelangi, Ernest Prakasa (yang notabene seorang komika) bisa famous lewat trilogi Ngenest-nya, en masih banyak lagi, coy!
Di postingan ini gue bakal ngebahas satu persatu penulis favorit gue dari jaman gue masih pake putih-biru hingga pake kemeja dan celana bahan item (maksudnya kuliah, bray!). Cekodooot!!

Yang pertama : HILMAN HARIWIJAYA 

Pelopor LUPUS yang jago ngocol!
  
Orang ganteng yang selalu mejeng di belakang cover novelnya yang legendaris: "LUPUS" inilah penulis pertama yang menginspirasi gue dan langsung jadi idola pertama gue di dunia kepenulisan maupun dunia sastra. Kontribusinya gede banget, karena LUPUS selalu laris bak kacang goreng! Dan penulisnya pun diberi gelar Jago Ngocol Se-Indonesia seperti yang terlihat pada gambar di atas. Keren gak tuh?! 
Novel serial LUPUS yang pertama kali gue baca (waktu itu gue masih kelas 2 SMP) yang judulnya "Drakuli Kuper" dan itu seru banget! Gak nyesel gue bacanya. Gue ngikik2 sendirian di dalem perpus karena waktu itu gue belom koleksi novel2nya. Masih minjem dari perpus. 
Awal gue kenal si LUPUS dan HILMAN ini dari buku cetak Bahasa Indonesia yang gue pake saat kelas 2 SMP. Di dalem buku itu ada bab yang membahas tentang resensi novel, dan kebetulan novel yang diresensi itu adalah LUPUS. Pas istirahat, gue langsung kabur ke perpus buat nyari tuh novel. Alhamdulillah, ternyata ada! Yippie... Gue langsung baca disitu dan di hari2 selanjutnya gue mencoba mencari judul2 lain dan sempet minjem kalo waktu istirahat terlalu singkat buat gue ngabisin novelnya. Karena bosen minjem terus--dan kebetulan pas gue di SMA, perpusnya gak nyediain LUPUS--gue memutuskan untuk membeli sendiri dan ngoleksi satu-persatu novelnya. Gue bereksperimen mulai dari Pasar Mester, Pasar Senen, hingga Blok M Square (yang terakhir ini jadi tempat wajib gue buat nyari2 novel LUPUS karena koleksinya cukup banyak!). Terkumpullah satu demi satu serial LUPUS yang gue mau...
Bahkan dari eksperimen itu gue baru ngeh kalo selain LUPUS, Hilman juga punya serial yang laen kayak OLGA (bukan Alm. Olga Syahputra, ya...), VANYA, LULU (adeknya Lupus yang centil), KELUARGA HANTU, sampai serial2 lepas lainnya.

Yang kedua : RADITYA DIKA

Kambing, eh salah cowok yang satu ini jadi penulis berikutnya inspirator gue dalam menulis. Berawal dari seorang blogger dan ngepost diari2 kampretnya di kambingjantan.com (sekarang diganti
Orang ganteng yang kreatif...
jadi radityadika.com) karirnya terus merangkak naik mulai dari penulis skenario, aktor di filmnya sendiri, sutradara, hingga komika. Bang Radit/bang Dika ini cukup berbakat lho soal kepenulisan (genre tulisannya ialah PeLit--Personal Literature) tapi sayangnya--ehem!--belon nikah2 juga. Wakakakak!*ketawa jahat bareng fans-nya bang Dika* Soriii, bang Dikaaaa.....
Buku pertama dari karya2nya yang fenomenal baik di dunia manusia hingga dunia binatang, bukunya yang udah dibaca gue agak2 lupa sih antara "Kambing Jantan" atau "Cinta Brontosaurus", gue udah agak2 lupa! (mohon maklum umur udah mau 80 tahun, hehehe... Pikun2 mulu!) Beberapa tayangan video saat si abang ganteng ini stand up comedy juga udah gue tonton dan selalu berhasil bikin gue ngakak. Doi gak cuman bisa ngelawak dalam tulisan, tapi ngomong langsung di hadapan audience--dengan muka kocaknya--ia juga bisa bertingkah kocak dan ngebawain jokes-jokes yang selalu fresh (emangnye ikan?!)

Berikutnya, nyang ketige nihh : LUNA TORASHYNGU

Luna Torashyngu, sering disingkat jadi LuTor. Penulis yang gak pernah mau ngebuka identitasnya...

Penulis yang satu ini rada unik, karena doi gak mau membuka "identitas aslinya" di bukunya sendiri maupun di dunia literasi. Tapi meskipun begitu karya2nya selalu laris dan fansnya dimana-mana, coy! Coba aja lo cek twitternya dan pengunjung blognya, wiiihhh... banyak pake bangetz! Karya pertama darinya yang pertama kali gue baca, gue juga agak2 lupa antara "Angel's Heart" atau "Victory", gitu dehh...

Yang ke-4: MIA ARSJAD
Mia Arsjad dengan peliharaan kesayangannya: the horse!        
 Penulis cewek pertama yang langsung jadi idola gue di dunia novel. Buku dari hasil karyanya yang pertama gue baca adalah "JUN!!!" yang bercerita tentang seorang anak yang tadinya sangat baik tiba-tiba saat di SMA perangainya berubah 180 derajat. Novel favorit gue dari Tante Mia adalah: "Satria November" jilid 1 dan 2.

Berikutnya...

Bapak2 gokil si Mr. Adhitya Mulya!

ADHITYA MULYA!
Bapak2 gokil nan kocak ini juga salah satu penulis favorit gue setelah gue membaca novelnya yang fenonenal dan sempat diangkat ke layar lebar. Baik novel maupun filmnya sama-sama laris! Judulnya "Jomblo: Sebuah Komedi Cinta" Suami dari seorang istri yang juga berprofesi dengan bapak ganteng ini, tante Ninit Yunita beberapa waktu lalu sempat ngeluarin buku baru lagi judulnya "Sabtu Bersama Bapak" dan novel itu pengen banget gue beli. Cuman kendalanya banyak banget, yaa... yang terutama sih soal fulusnya yang gak kesampaian. Padahal kalo gue dikasih 1 Milyar gue bakal perlakukan duit itu buat sedekahin ke yang berhak dan buat ngeborong buku2 dari Gramed. Jadi setengah isi dari Gramed bakal gue kuras abis dengan uang itu (emangnya kolam ikan pake dikuras segala?!). Meski "Jomblo" yang pertama kali gue baca, tapi yang jadi favorit gue "Gege Mengejar Cinta". Tu novel keren pisan, gue aja baca sampe 3 kali lhoo!

NEXT!!!
Mantan anak kos yang kedodolannya melebihi batas kewajaran. Tapi sekarang udeh jadi ibu2 sihh... Please welcome to.....
DEWI RIEKA KUSTIANTARI

Dedew, si anak kos (super) dodol...


Ibu2 mantan anak kos di kota Gudeg ini sering dipanggil Dedew. Mak Dedew famous gara-gara nulis catatan harian yang dibundel jadi buku super-gokil bertitel "Anak Kos Dodol". Tuh buku udah banyak banget serinya dan pastinya dicetak ulang berkali-kali. Seri dari "AKD"-nya juga cukup bejibun mulai dari "AKD Lagi", "AKD Kumat Lagi", "AKD Returns", "AKD Horor", sampai AKD Dikomikin Volume 1, 2, dan 3, buku AKD versi komik. Buku pertama yang gue baca karya Mak Dedew AKD yang horor. Sebenernya gue pengen ngoleksi serinya yang laen tapi sama kayak nyari LUPUS, gue mesti ngubek seisi blok M square. Seri AKD yang gue punya baru dua: "AKD Horor" dan "Anak Kos Dodol" seri pertama.

Lanjut, banggg!
WINNA EFENDI

 
  Berikutnya mbak Winna Efendi.
Gue terkesan sama karyanya sejak novel "Refrain" difilmkan. Gue nonton filmnya dulu, baru beli novelnya yang udah dicetak ulang dan ganti cover. Novel2 lainnya juga bagus banget. Selain "Refrain" gue udah punya "Ai", "Remember When", dan "Tomodachi". Ceritanya pop khas remaja dan cara penuturannya manis banget. Gak kalah sama novel romance dari penulis yang lain. Trus lebih asiknya lagi, mbak Winna addict banget sama budaya dan hal2 yang berbau Jepang. Yaa, hampir sama kayak gue sih... Tapi kalo gue gak semua yang Jejepangan gue suka kayak Naruto, Eyeshield, One Piece (kok anime semua ya?) gue emang agak2 kurang suka. Gue suka Jepang karena cosplay, anime2 (terutama yang genrenya teens, comedy, dan romance), 48Group, pohon sakura, makanan2nya dan destinasi wisatanya yang keren2. Udah, itu doang!

Tarik lagi, Maaanggg...
Berikutnya ada: GENK KOMPOR (GK)
 Sori banget nih kagak ada fotonya... Abis orangnya banyak banget. Ada 6 penulis yang tergabung di GK, kalo mo tahu cari fotonya aja sendiri2 yee? Nama2 personil GK terdiri dari: Adnan Buchori a.k.a Abe, Deny Wibisono, Triani Retno A. alias Eno, Nando, Reni Erina, dan T. Sandi Situmorang. Keenam penulis "menyamar" sebagai anak SMA 1006 yang tingkahnya super-kocak dan selalu kayak kompor! Mereka sudah merilis 3 seri buku GK, volume 1 sampai 3 (ya iyalah...), dan semuanya berhasil bikin gue ketawa. Terhibur dengan tingkah2 unik mereka. Sampe sekarang gue masih nungguin buku GK 4 dan seterusnya. Kalo bisa sih sampai volume 100 (e, buseet! Ngayal aje lo Ntong!). Lagian suruh siapa bikin buku yang isinya cerita2 gokil kayak gitu? Kita2 kan masih setia menunggu seri berikutnya. Iya gak, cyiiinn *ngomong ama si Betty, banci yang mangkal deket kuburan cina!* wakakakak!!!

 Nah... itulah penulis2 favorit versi gue. Kalo kamu? Mana penulis favoritmu? Mana? Mana??? MANAAA??? WOOIIII!!!!*sssttt... berisik amat lo! Diem napa! Anak gue lagi tidur nihh...*

Seperti biasa, sebelum postingan ini ditutup denga ketukan palu di genteng rumah tetangga sebelah yang lagi sakit gigi, gue mo ngasih satu kata2 spesial khusus dari gue. Inget, bukan kutipan dari Eyang Gugel atau Engkong Yutub yee... (emangnya sejak kapan yutub bikin kata2 spesial, Ntong???)
Jika menulis berdasarkan dari hati terdalam dan niat yang tulus, yakinlah tulisanmu akan bagus hasilnya. Begitu pun sebaliknya. Jika menulis denga keterpaksaan semuanya gak berdampak baik buat si penulis apalagi buat pembaca....
 

Jumat, 18 Desember 2015

Tragedi Motor dan ODDI

Sori-dori-mori-stroberi-beri-beri....

Maaaafff banget kalo kemaren2 gue gak ngurusin blog dan gak ngepost sama sekali soalnya waktu itu gue lagi disibukkan oleh satu kegiatan yang nantinya bakal gue bahas disini. Oh ya, soal postingan pertama gue yang ngebahas "cewek2 yang jadi impian jodoh gue" insya Allah bakal gue lanjutin. Ya, ada season 2, 3, 4, dan mungkin bisa sampe season 10 (semoga yee...)

Oke, langsung aja deh curcolnya!

1. TRAGEDI MOTOR
Beberapa hari sebelum acara ODDI (sekitar hari selasa kalo gak salah) gue mengalami sebuah tragedi kecelakaan di jalan. Tepatnya di pasar Pondok Gede, daerah dimana gue tinggal. Baru kali itu gue jatuh karena diseruduk mobil orang, biasanya sih gue nyeruduk orang (hihihi...). Begini kronologinya : 
Waktu itu gue pengen berangkat ke kampus. Dari rumah gue udah ngerasa bete, pusing, pala nyut2an, dan rasanya ogah ngampus, tapi setelah dibujuk sang Mama buat ke kampus (dengan alasan harus serius kuliah biar jalan kesuksesan terbuka lebar), akhirnya dengan bodi lemas dan setengah males berangkatlah gue menunaikan kewajiban seorang Muslim yakni MENUNTUT ILMU
Ketika laju motor sampai di Pasar Pondok Gede gue diserempet sama mobil yang mereknya gue gak tahu (pokoknya bodinye mirip2 TOY*TA gitu, warnanya silver!) dan gue sukses jatoh di jalanan bersama Si Biru (nama motor kesayangan gue). Gue ketimpa Si Biru dan untung langsung ditolongin sama orang2 di pasar yang ngeliat kejadian langsung. 
Jadi, si mobil kampret itu tadinya mo belok ke lajur kiri, sementara gue fokus dan nyetir lempeng di lajur kanan, eeh tiba2 tanpa ngasih kode sein tuh mobil langsung balik lagi ke lajur kanan dimana saat itu gue persis di samping tuh mobil. Baru gue gas sedikit, samping bodinya Si Biru langsung kena cium moncong tuh mobil. BRAK!!! Akhirnya nyusruklah gue di aspal...
 Setelah orang2 di pasar yang rame itu menolong gue, sebagian besar orang langsung ngedamprat si penabrak yang disuruh turun malah ngelunjak dan berniat kabur. sementara gue yang udah nepi ke pinggir bersama si Biru, cuman diem aje. Abis soalnya gue masih pusing dan lemes dan gue juga males kena musibah kayak begono. Gak tahu aja pada kalo gue lagi males ngebacot dan ribut sama orang. Sampe2 salah seorang bapak2 yang berdiri di dekat gue ngomong: "Dek, dek, itu disuruh tanggung jawab dong orangnya. Adik jangan diem aja! Protes dong ke orangnya, suruh turun, gitu! Gih, cepetan! keburu kabur tuh orangnya..." 
 Tuh bapak penabrak juga tetep kagak mau turun meski diamuk orang2 di pasar, gue aja sampe ngeri ngeliatnya. Mungkin kalo bapak itu turun jidatnya yang rada lapang bisa dijitakin sama pedagang pasar, makanya dia bersikeras kagak mau turun. Polantas yang kebetulan tugas disitu aja gak dihargai sama sekali! Disuruh pinggirin mobilnya aja dia ogah, dan saat itu bapak sialan nan stres tersebut berhasil ngabur! Euuugghh...., kalo gue kagak puyeng saat itu, bakal gue kejar tuh mobil. Untung aje bodi gue gak kenapa-napa. Gak lecet sedikitpun. 
Akhirnya, badan yang gak berdaya ini gue paksa untuk jalan. Gue ampirin si pak Polantas. Gue bilang aja: "Pak, pak. Dia itu yang salah. Dia yang duluan nabrak saya. Wong saya udah jalan di jalur yang benar, dianya malah main belok aja dan gak ngasih sein sama sekali!" kata gue.
Si pak polantas menjawab, "Ya sudah, kamu tunggu disini. Saya bakal kejar tuh orang. Bentar yaa..." dan Pak Polantas mengejar si pelaku dengan motor dinasnya. 
Sekitar lima menitan gue menunggu hasilnya, Pak Polantas pun balik di tempat gue melapor tadi. Di dekat tukang ojek. 
Katanya, "Waduuh, sial banget. Saya gak bisa dapetin orangnya. Dia langsung ngilang gitu aja."
"Emang bapak kejar sampe mana?" 
"Tuh, sampe ujung daerah Jatirahayu. Kayaknya dia masuk ke perumahan deh, soalnya disana ada perumahan gitu dan jejaknya langsung hilang."
"Trus saya gimana, Pak?"
"Mm... gini aja. Nanti saya bakal ke pos sekuriti yang ada di perumahan itu. Nanti saya bakal tanya2 soal si mobil penabrak tadi. Kamu kasih nomor hape kamu aja ke saya, kalo ada perkembangan nanti kamu saya telpon. Gimana?" 
"Ya udah, Pak..." Akhirnya, gue kasih nomor hape gue ke Pak Polantas. 
"Sekarang kamu bisa melanjutkan perjalanan lagi. Oh ya, bapak kamu kerjanya apa?" (ini bukan pengen ngegombal ya...)
"Bapak saya kerja di Halim. TNI AU, tapi PNS-nya." jawab gue, lempeng. 
"OOOOHHH... Ya sudah, nanti kalo ada kabar, kamu tinggal panggil bapak kamu aja buat pemrosesan kejadian ini. Ya?" 
"Baik, Pak."
"Ya sudah, hati2 ya. Mari saya bantu nyebrangin..." Gue pun kembali melanjutkan perjalanan ke kampus. Yaah, sejak ketabrak tadi mata gue jadi lebih melek meski badan gue masih lemes. Tapi dari tragedi itu gue metik satu hikmah yang dilontarkan oleh nyokap gue. Nyokap gue bilang: "Makanya kalo dijalan baca-baca doa atau sholawatan, gitu. Biar selamet sampai tujuan dan terhindar dari marabahaya. Kamu, kan tau sendiri kalo jalanan itu penuh misteri. Gak ada yang nyangka bakal kena musibah apa di jalanan. Lagian kalo mau menuntut ilmu jangan dibawa cemberut. Rejeki dan anugrah gak bakal mau nyamperin. Lain kali musti lebih hati-hati, ya? Pokoknya minta keselamatan sama Allah SWT, biar dijaga keselamatannya."

Saat itu gue cuman bisa termenung dan berusaha untuk lebih baik lagi dari hari2 sebelumnya. Mencoba untuk berlindung dan terus berpegang pada kuasa-Nya, karena cuma DIA yang menentukan segalanya. Karena dari "tragedi" itu, gue cukup bersyukur, GUE BELUM DIKASIH KESEMPATAN UNTUK PERGI DARI DUNIA INI.....

2. ODDI (singkatan dari Orientasi Dasar-Dasar Islam)
Oke, lanjut ke curcol kedua!
Ini tentang kegiatan yang sangat menyibukkan gue minggu lalu sepanjang hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Orang laen mah--khususnya yang menjalani weekend dengan sang pujaan hati--pada asyik wakuncar dan mojok, eeh... ini gue malah ngariung bareng anak2 kampus untuk ngikut kegiatan ODDI yang sumpeh bikin bodi capek juga! Kegiatannya sih ya mendalami hal2 tentang agama gue yakni agama Islam. Tapi meski capek, hati gue tetep diliputi rasa bahagia karena di kegiatan itu gue dapet temen2 baru yang lebiiiihhh seruuu ketimbang temen2 gue yang setiap hari ngampus bareng gue (maksudnya satu kelas di satu jurusan yang sama, gitchuu). Gue bakal ngasih sedikit ulasan hari2 disaat gue menjalani ODDI yang--insya Allah--gak bakal terlupakan dan gak lekang oleh waktu (soalnya tahu sendiri, gue tipe orang pelupa. Dasar, isih enom kok lali! Piye, tho? hehehe...)
 
Di Hari Jumat:
Hari pertama dimana ODDI dimulai. Fighting is serious in here! Di hari pertama ini keadaan menuntut gue untuk aktif nyari koneksi biar kalo ada apa2 gak kayak ayam kesurupan (linglung maksudnya!). Mana acaranya belon mulai lagi! Eeh, ternyata ada satu cewek yang berdiri di sebelah gue. Gue sok2 akrab aje. 
"Elo ODDI juga ya?" tanya gue agak kagok kayak tukang delman yang terpaksa pindah profesi nyetir Go-Jek karena tergusur zaman.  
Cewek itu menjawab dengan ngasih senyuman, "Iya."
Gue nyambung lagi persis kabel PLN. "Gue dari FKIP. Kelompok 6. elo?" 
"Gue kelompok 5 atau 4 ya? Aduh, gue lupa. Kalo gue dari Farmasi. Eh, iya lo kenal Muhammad Ylham Fauzi gak?"
"Waah, bukan kenal lagi. Tuh orang malah deket banget. Di kelas gue dia tuh orang yang gaje banget. Kadang2 gak danta gitu. hehehe..."
"Oohh... Iya tuh, soalnya gue temen SMA-nya dia." 
Sampai situ kita serius dengan hape masing2 dan gak ada komunikasi lagi. Hadeeuuh, mana gue gak bisa ngelanjutin lagi, soalnya abis itu satu-persatu teman2nya pada dateng dan otomatis gue kagak enak kalo langsung nimbrung gitu. Lagian gue bukan tipe cowok ceriwis macem Kak Indra Bekti, gitu. Jadi susah booo!
Singkat cerita, saat acara dimulai dan setelah bokong gue pegel karena dikumpulin di aula kampus untuk ngikutin beberapa sesi acara awal ODDI (untung aje duduknya di kursi. Coba kalo disuruh duduk di ubin? Alamak, kena angin duduk gue!), akhirnya gue dan peserta lainnya dikumpulkan dan dikelompokkan dengan masing2 kelompok. Kita2 disuruh ke ruangan yang sudah disediakan. Masing2 kelompok disediakan satu ruangan. Nah, saat gue sudah bergabung dengan anggota kelompok 6 yang lain, disini gue membatin, "gue harus taklukkin orang2 ini dan gue harus jadiin mereka teman baru gue". Yosshh, pertarungan batin pun dimulai!

Pertarungannya dimulai saat Kak Yasin dan Kak Yunus (duo "Y") kakak2 pembimbing kelompok 6 menyuruh kami untuk introduce diri satu-persatu. JENG! JENG! JEENGG!! Saat tibanya giliran gue dan gue menyebutkan nama gue yang "unique" ini, semua orang memperhatikan. Bahkan kak Yasin aja sampe ngomong, "Hah? Apa?" karena telinga mereka asing banget kali ye ngedenger nama seunik dan selangka ini. Alhamdulillah, Mak'e... Pak'e... matur nuwun banget2 yo, karena sudah menganugerahkan nama spesial ini padaku....

Di Hari Sabtu + Minggu :
Di 2 hari terakhir ini acara ODDI menuntut kita semua untuk nginep di sana. Tepatnya di aula yang disulap dengan karpet2 lebar dan siap untuk dijadikan tempat tidur massal bak pengungsi korban konflik Suriah. Mana gue tidur persis dibawah AC, lagi! BRRR... Dinginnye kagak nahan, Rek!
Tapi disinilah berbagai keseruan dimulai. Waah, kalo diulas semuanya secara detail mungkin jari2 gue bisa kayak cabe keriting entar. Pokoknya seru dahh...
Dari tidur massal, lari ngelilingin kampus 3 kali tapi badan gue langsung lepek karena gue emang gak biasa lari pagi (hehehe, makanya peyutnya jadi endut dyeeh...!), olahraga pake lagu "Sambalado"-nya Ayu TingTing, tragedi sarapan dengan nasgor basinya Akbar (ini temen gue paling ciamik di kelompok 6, soalnya gampang banget diajak gokil sama gue. Gue dan dia jadi duet koplak and konyol di kelompok 6), gagalnya dapet bingkisan atas penghargaaan kelompok terbaik, bikin yel2 buat dipertontonkan (thanks banget buat Mayang atas idenya yang dikeluarkan untuk pembuatan yel2 rada kocak waktu itu. Jadi, yel2nya itu pake nada lagunya Saykoji yang "Online" itu lho...), merasa dikangenin sama satu cewek dari jurusan FISIP karena gue tuh orangnya asik dan konyol jadi doi ngerasa gak mau pisah sama gue yang kuliah di Pasar Rebo, sementara nih acara diadakan di daerah Limau deket sama Blok M, sampe kejadian2 yang kayaknya di memori otak gue ini mulai terhapus seiring waktu berjalan (hadeeuuuhhh, kayaknya bentar lagi gue ultah yang ke-80 deh. Sebel!!)
Intinya sih, acara ODDI emang top markotop daaah....

Oh ya, ini dia yel2 yang gue pake dan disenandungkan bersama anggota kelompok gue. Kalo mo nyanyi harus disesuaikan dengan nada lagu "Online" . Kalo kagak tau lagunya, mending diem aje yee..
"ODDI Gelombang sebelas... Dua ribu lima belas...
Kelompok enam, enam, enam, enam....
Ini kita dari kelompok 6, kita biasa tapi kita senang...
Tidak berisik hanya diam, tapi diam2 kita berjuang!
ODDI gelombang sebelas, Dua ribu lima belas...
Kelompok enam, enam, enam, enam..."
Trus dibagian akhirnya, salah satu temen gue teriak:
"KELOMPOK ENAM???"
"SEMANGAT BERKARYA, TANPA BATAS, ALLAHU AKBAR!!!"

Nah, itulah yel2 yang gue nyanyikan dengan ceria saat ODDI berlangsung. Dari kegiatan itu gue memetik nilai yang terukir di hati dan pikiran gue: "Ternyata nyari temen itu enak. Kalo udah dapet, apalagi temen yang bisa diajak asik dan gokil, kebaikan bakal terus mengiringi." Iya, kan? Gue yakin dan gue percaya, dibalik pertemanan dan persahabatan--selama persahabatan itu gak dinodai dengan hal2 buruk--pasti bakal mengalir terus keberkahan dari Allah. Karena daripada nyari musuh mending nyari temen, ya gak?

Oke deh, sekian dulu dari gue. Tangan dan jari-jemari gue udah pada bosen nih ngetik mulu dari tadi, dan gue kayaknya musti beristirahat dulu. Yaa... gak langsung bed-rest sih, gue mo ngelanjutin baca2 novel gue dulu.
Seperti biasa, sebelum menutup postingan kali ini, gue mo ngasih satu quote khas dari gue (bukan dari kutipan filsuf atau Mbah Gugel, yee...) :
Seseorang dengan niat baik pasti akan selalu ditunjukkan oleh Allah dengan hal2 baik, begitu pun sebaliknya. Allah bakal ngasih limpahan rahmat-Nya yang besar buat orang2 yang selalu mencari kebaikan2 dalam hidupnya...
 


Rabu, 09 Desember 2015

Postingan Pertama, YEEEE...!!!

Jujur yee...
Deg-degan rasanya dan gak nyangka juga hari ini (tepat tgl 09-12-2015) gue udah punya blog! YEEE... Rasanya tuh kayak abis makan cokelat setampah dan minum milkshake se-ember. Setelah ngeliat tutorial dari sebuah blog (kasih tahu gak ya blognya? Kasih tahu aja deh, sebagai bentuk terimakasih... Nih blog tutorialnya: nyekrip.com)

Gara-gara gue ngeliat tutorial dari tuh blog, akhirnya mimpi gue punya blog bisa terwujud hanya dalam hitungan jam aja. Gile gak tuuh? Meski begitu pas gue ngeliat blog gue di-search dan nongol dengan manisnya, hati gue langsung berdegup kencang (udah kayak pedekate aje lo?!). Tapi bersyukur juga karena sampai detik ini gue masih dikasih nafas buat bikin blog dan postingan pertama ini. 
--aduuh, mo ngomong apelagi, yee?--

Mmm, oh ya soal profil dan lain-lainnya tentang diri gue kayaknya nanti aja deh gue bakal post disini. Sekarang gue pengen ngasih tahu soal cewek idaman gue dan bisa jadi kriteria buat--ehemehemehem!--jodoh permanen gue kelak. 

Silakan dipantengin dehh... 

Ini dia!(JENG! JENG! JENG!)


Yang pertama,
Namanya: Ratu Vienny Fitrilya, tapi sering dipanggil VINY atau INYI (menurut searching-an gue). Senyumannya beeuhh... bikin cowok-cowok jones atau jokut (jomblo akut--kayak gue, hehehe...) terpikat dan terjerat pesonanya (halah!). Dia ini salah satu member JKT48 team KIII dan sekarang doi sukses menembus gelar "member langganan single" dan jadi member yang sering nongol di senbatsu (member pilihan) trus sering di-shoot kalo lagi tampil. Pokoknya manteb dah! Apalagi dia ini seneng banget baca buku, dengerin musik (kebanyakan sih katanya lagu yang jadul), trus seneng nge-desain, lagi! Makanya gak heran kalo doi dijuluki the artsy girl (menurut dari salah satu website yang gue temuin secara gak sengaja di mbah Gugel). 
Pokoknya Viny is the best deh!!! 100 jempol buat doi (padahal gue cuman punya 4 jempol!)

Nah, selanjutnya...



Yang ini namanya: JURINA MATSUI!
Si kawaii (cantik) ini juga masih berhubungan dengan 48Group yakni SKE48. Pertama kali gue kesengsem sama dia, mmm,.. pas kapan ya? Ntar dulu ye, gue inget-inget lagi.
................................--LOADING--...............................
Oh ya, pas dia nongol sebagai senbatsu di single ketiga SKE48: "Gomen ne, Summer" dan sejak saat itu gue langsung naksir dengan Jurina. Soalnya di MV itu gue seneng sama desain baju dan tata rambut yang dipake buat ngedance di single itu. Trus si Jurina ini juga suka nge-dance lho! Wah, ternyata hobinya bikin bodi jadi sehat yaa... Kalo mo tahu betapa seriusnya Jurina saat nge-dance mending lo download MV Choco no Dorei deh. Disitu ada part yang ngeliatin gimana Jurina bener-bener tekun nge-dance. Dan gue sukaaa banget sama cewek yang seneng dan hobi nge-dance, kan gue bisa ikutan goyang tuh! hehehe... Sekalian si Jurina bisa gue ajarin goyang ala dangdut Indonesia. Asyik kan tuh??
Dan Jurina emang ciamik banget dan mungkin hari-hari bakal lebiiiihhh berwarna kalo misalnya Allah SWT. bisa menjodohkan gue dengan dia *(para fans SKE48 ngeludahin gue lalu manggang gue dan dijadiin sate bakar!)* Yaah... gue cuma bisa berharap dalam hati aje, moga-moga doa hamba yang gak keren ini bisa terkabul.
(mari ucapkan bersama-sama) AMIIN...

Oke, yang ketiga... Sholat malam dirikanlah... (eeh, kok jadi nyanyi sih?)
Ini dia!!!


RAISA!
Siapa sih cowok pe'a nan bego yang gak mau kalo berjodoh sama cewek yang satu ini? Menurut gue dia itu "cewek sejuta umat". Gimana gak? Udah suaranya bagus, album yang dirilis laris melulu bak kacang goreng, wajah cantik, pinter nyiptain lagu, dan jago akting (yang terakhir gue gak begitu tahu sih, soalnya kakak yang satu ini, kan belon pernah maen film. Gue cuman menganalisis lewat MV Pemeran Utama yang di salah satu part-nya menampilkan Raisa yang meranin tokoh di pentas drama). Meski katanya Mbak Raisa ini udah punya cowok (gue tahu setelah gue nonton konsernya di S**V), tapi pesonanya masih kuat mengikat angan-angan para lelaki ngenes (yang suka ileran kalo ngeliat "barang bagus" hehehe...)

Mmm, kayaknya cukup sekian dulu deh. Nanti kalo ada waktu gue bakal posting lagi. Dan kayaknya kriteria cewek yang gue bikin ini bisa nambah deh, tapi untuk sementara segini dulu aja deeh... Lagian ini udah malem, saatnya mata dibawa merem dan tidur. Inget, sebelum tidur cuci kaki, tangan, muka, dan kasur yee... Yang terakhir karena biar gak banyak kutu nempel selagi tidur.
Gue juga gak mau posting banyak2 dulu, soalnya ini aja gue mo ngetes doang di post pertama blog gue. Jadi... sekian dan terimakasih!

Si yu babay!!! (aslinya: see you bye bye!)

Sebelum tidur, ada satu quote dari gue. Dibaca yaa...
Jodoh kita itu ada dimana-mana dan pastinya ada di suatu tempat, tinggal kita aja yang musti berusaha nyari dan berusaha untuk memegang teguh janji satu sama lain.