Minggu, 24 April 2016

Comeback to... Cassette!

"RESESI" (1983), dari Eros-Chrisye-Yockie alias trio ECY

Self Titled (1999), Sheila on 7

"LAGI SEDIH" (1997), SLANK.    



Kalo ngeliat kaver album ini rasanya gue pengen dilahirin di tahun saat produksi album dalam bentuk kaset masih gencar-gencarnya. Mungkin gue pengen dilahirin di zaman Koes Plus lagi jayanya dengan album berbentuk PH--Piringan Hitam dan pas gue gede tren kaset pasti udah membumi. Merakyat. Banyak dikoleksi. Dan saat di zaman sekarang semua serba digital (semua album dikemas dalam bentuk CD, VCD, atau donlot di iTunes, atau donlot di situs download legal maupun ilegal), kaset bisa jadi barang bersejarah dan memorable, menurut gue. 

Kenapa???

Karena di zaman sekarang, zaman dimana gadget jadi raja dan penguasa bagi kelangsungan hidup manusia (tsaahh!!) kapan dan dimana lagi, coba, kita muterin lagu2 dari album penyanyi atau band favorit kita dalam bentuk kaset. Buka kotak kasetnya, masukkin kasetnya ke pemutar tape/radio, klik tombol "play" lalu baru terdengarlah suara khas idola kita. Bayangin, kapan lagi coba di zaman sekarang lo semua mendengar suara idola lo dari gulungan pita kaset yang sekarang lebih banyak jadi barang langka. Kalo berniat mo ngoleksi atau hanya sekedar nostalgia, lo musti ngerogoh kocek cukup dalem buat ngeborong kaset2 di kios atau lapak yang tersebar di kota Jakarta. Karena menurut gue makin lama nilai sebuah kaset tuh berharga dan jatuhnya bisa mahal banget. Mungkin sekitar 15 tahun kemudian, harga sebuah kaset sebanding dengan membeli Lamborghini model terbaru atau iPhone/Samsung seri ke berapa lahh... Mungkin aja, kan?

Contoh yang bikin kaset tuh jadi salah satu barang yang paling memorable dalam kehidupan maupun dunia musik, pastinya, terlihat dari 3 gambar kaver album yang gue sematkan di bagian atas artikel gue ini. Meski album "Resesi"-nya trio Eros-Chrisye-Yockie gue belon punya, tapi seenggaknya itulah salah satu album yang paling gue incer dan sampe sekarang gue masih berharap pergi kios kaset bekas di Blok M Square lalu ngeborong album itu, yang tentunya berbentuk kaset.

Sementara dua contoh album di bawahnya, gue punya barang fisiknya (kasetnya). Album pertama--Self Titled--dari Sheila on 7 adalah salah satu album favorit gue dari seluruh diskografi album karya mereka. Hampir seluruh album fisik Sheila on 7 yang masih berbentuk kaset, gue koleksi. Dari album pertama sampe The Very Best Of. Lumayan lah. Album2 So7 yang lain juga masih jadi inceran gue untuk gue koleksi. Biar nanti bisa gue warisin ke anak-cucu gue. Moga2 aja di tangan generasi keturunan gue berikutnya, pita2 kaset koleksi gue gak rusak. 

Album "Lagi Sedih"-nya SLANK jadi salah satu album favorit gue diantara album SLANK yang lain (gue cuman punya 5 kaset dari keseluruhan album mereka yang berbentuk kaset). Gue menjadikan album ini sebagai "the number one album" dari sekian banyak album2 dan kaset2 yang udah diluncurkan SLANK. Gue suka banget sama album ini karena makna dari keseluruhan lagu dalam album ini cukup dalam dan ngena di hati. Meski saat itu kondisi internal SLANK sendiri lagi semrawut (ditinggal oleh BIP dan bingung mencari personil untuk ngebantu pengerjaan album mereka ini), tapi lewat album ini gue melihat semangat SLANK di dunia musik belum mengendur. Meski Oom Bimbim dan oom Kaka lagi candu2nya sama dunia drugs dan sulit lepas dari jeratannya. Gue suka banget sama album ini. Dari mulai beli di toko kaset sampe sekarang--saat tulisan ini gue tulis--album ini masih demen gue setel di radio dan berkali2 bikin gue terkesima. Mantab lahh...

Kembali ke topik utama yang jadi bahan pembicaraan gue....

Tadinya post kali ini pengen gue kasih judul "kapan ya industri musik memproduksi album2 dalam bentuk kaset?" Cuman dipikir2 lagi kayaknya kepanjangan. Yaa... tercetuslah judul post yang seperti kalian udah liat di bagian atas postingan ini. Gue membahas topik tentang ini karena gue pengen banget (walaupun sekarang cuma jadi harapan di hati gue doang dan kayaknya gak mungkin terwujud) industri musik Indonesia kembali menghidupkan KASET dalam hal pengemasan album dari para penyanyi/band/grup yang hidup di era digital kini. 

Gue bakal seneng banget, kagum, bahkan mungkin terkesima kalo misalnya semua album2 dari para pemusik dan artis dikemas dalam bentuk kaset. Bayangin, single-single JKT48 terkemas dalam kaset, gimana coba? Menurut gue, itu pasti keren! Dan gue yakin para fans pasti pada mau ngeborong. Terus artis lainnya yang populer di zaman digital ini, contohnya kayak Raisa, Isyana Sarasvati, Tulus, HiVi!, Afgan, de el el kalau album mereka dikemas dalam format kaset pita pasti seru tuh! Karena (sekali lagi) menurut gue kalo kaset pita masih nge-tren sampe sekarang, yakin deh, banyak orang yang bakal beli album/produk ori. 

Kalian liat dan ngerasain sendiri, kan? Kalo banyak orang yang suka dan hobi banget dengerin musik tapi cuman bisa ngandelin link download dari internet yang tersebar luas kayak lapak dagangan di Tanah Abang atau Pasar Senen. Banyak orang yang seneng dengerin musik tapi ogah beli CD ori artis idolanya lantaran kelewat mahal dan pastinya bisa nguras isi dompet juga, ya, kan? Tapi dalam dunia musik era digital sekarang, nih, kayaknya cuman fans-fans JKT48 aja yang terlihat sangat loyal dan royal. Jangankan beli CD ori-nya, nonton teater, beli SWAG, handshake, sampe nonton konser di luar kota aja mereka jabanin. Mereka dengan--sangat--relanya menguras isi kantong untuk digunakan sebagai pemuas hasrat mereka karena telah terjebak dalam "delusi" selama jadi fans dan mengidolakan JKT48 (dan 48Family lainnya, siih...). Kalo gue sih--jujur--ngefans (pake banget) juga sama JKT48, tapi bentuk kefanatikan gue gak sampe segitunya kok. Gue masih terbilang wajar. Dalam mengapresiasi karya mereka (yang sebenernya rata2 produk asli dari sister group yang di Jepang), hampir setiap mereka ngeluarin single, gue secara otomatis terhipnotis untuk membeli CD mereka. Hanya sebatas itu kok. Gue gak pernah nonton konser mereka/perform theater mereka di FX secara live, gue gak beli SWAG (aksesori) mereka, gue gak dateng ke event2 penting mereka, yaa gitu lah...

Soal ngefans sama JKT48, gue masih terbilang jauh diatas para fans yang lain. Gue emang fanatik tapi apa daya gue punya hobi lain yang menuntut gue secara otomatis mengeluarkan duit lebih dulu ketimbang "ngeladenin" JKT48. Hobi gue itu ialah... beli buku! Sampe saat ini, dari sekian banyak produk dan karya yg diluncurkan JKT48 (bersama dengan manajemen mereka pastinya!), gue baru mengoleksi 9 CD single dan album mereka serta 1 DVD Setlist Theater mereka. Udah. Hanya sebatas itu...

Gue cukup menyesal juga saat band/penyanyi yang dulu udah ada dan terkenal banget masih memproduksi album2 mereka dalam bentuk kaset, terpaksa berganti konsep sesuai dengan perkembangan zaman. Contoh2 nyatanya ialah seperti Sheila on 7 dengan album "Musim yang Baik", album2 ADA Band sepeninggal Krishna Balagita, SLANK, Gigi, Project Pop, Peterpan (yg bertransformasi menjadi NOAH), dan lain sebagainya. Mereka, kan udah terkenal dari era 90-an sampe awal 2000-an, kan, tuh? Nah, karena perkembangan zaman makin ke sini makin pesat, perusahaan mereka (baca: label yang mereka naungi) otomatis mengubah konsep album mereka menjadi lebih modern, lebih fresh, dan pastinya lebih kekinian. Padahal yang diubah habis2an malah konsep lagu dan aransemen yang mereka (baca: band atau penyanyi) bawain, dalam arti kata, mengubah ke yang lebih modern. Istilah dari gue: banting setir secara perlahan. Tapi konsep pengemasan album mereka--yang katanya mengalami perubahan konsep--cuman berbentuk kepingan CD saja sampe sekarang. Makanya pemusik, artis, maupun penyanyi yang udah "hidup" dan namanya gemilang di era kaset masih berjaya, sekarang "terpaksa" musti mengemas karya2 mereka dalam bentuk kepingan CD dan berujung pada mahalnya harga bandrolan. Kaset? Bye, bye....

Yaah... cuman lewat cuap2 ini gue bisa menyuarakan apa yang ada di hati ini. Keinginan, impian, dan harapan gue untuk para perusahaan musik yang memproduksi kualitas musik dan artis2 baru agar kembali menghidupkan KASET di tengah gempuran link download dari internet dan merebaknya album dalam bentuk CD. Gue cuman bisa "bersuara" disini. Seandainya gue ketemu para pemusik2 yang terkenal di era kaset, gue bakal dan akan bertanya pada mereka :

Kangen gak, sih kalian dengan era album dikemas dalam kaset?
Pernah terlintas di pikiran gak, untuk album selanjutnya atau album2 yang akan mendatang pengen diproduksi dalam bentuk kaset seperti masa2 karier kalian dulu?
Kira2 kalo udah ngerilis album dalam bentuk kaset lagi di era sekarang, bakal berpikir gak penjualan albumnya bakal memuaskan?

Padahal waktu itu aja D'Masiv memproduksi album mereka dalam bentuk PH, masa gak ada juga sih artis yang pengen memproduksi album mereka dalam bentuk kaset? Gue yakin banget, kalo era kaset kembali nge-tren di zaman sekarang atau bahkan beberapa tahun ke depan nanti, penjualan kaset tetep membanggakan. Bisa jadi keunikan tersendiri, ya, gak?

Sekian dari gue. Thanks and good night, guys.....


ditulis dari tgl 24-04-2016 sekitar jam 21.00 sampe tgl 25 tengah malem.
(ini post gue yang pertama setelah cukup lama gue vakum nulis blog karena sibuk, males ngetik, dan pulsa modemnya lagi abis. Sori yee...)