Rabu, 06 Januari 2016

Puisi (7)



“UNTUKMU”

Karya: Fakta P. B. 


Senyuman itu... apakah untukku?
Sederhana namun terlihat sangatlah manis
Terngiang di mimpiku, anganku
Jiwaku...
            Terasa bergetar hebat
            Seperti isi dunia akan menimpaku
            Jika senyum itu menebar
            Apakah arti senyummu itu?
Diriku hanya dapat mengagumi
Membelai sosokmu dari jauh
Bayangmu kerap terlintas dalam sanubari,
namun tak pernah bisa kugapai
Apakah selamanya hanya akan jadi angan?
            Di dirimu hanya ada kata: “sederhana namun spesial”
            Lekukan bibir itu seakan sirnakan bintang-bintang-Nya
            Sita seluruh pikiranku
            Mengendapkan rasa inginku
            ‘tuk terus dapatkanmu
Apakah semuanya darimu untukku?
Entahlah...
Namun kagum ini, untukmu...
yang tak tahu kapan engkau kan hadir di depan kelopak mataku
Hangat dalam dekapan
            Milikku, selamanya....


05-01-2016
*terinspirasi dari: kagumku pada Ratu Vienny Fitrilya*

Selasa, 29 Desember 2015

Puisi (6)

"NYANYIAN DARI DESA"
Karya : Fakta P. B. 


Panen! Panen!
Bersumber dari sawah bersenandung bersama
Orang-orangan sawah berjoget ditengah kuningnya padi
Caping-caping dilempar pertanda kemenangan
Ya, mereka telah meraih semuanya...
Hujan telah suburkan impian
Pepohonan pinggir kali tersenyum mengiringi
Anak-anak berlarian menuju pematang
Senyumnya pun merekah seiring tawa canda bapak-ibunya
Mereka dambakan ini semua
Setelah Sang Penguasa Bumi belum mengabulkan doa
yang senantiasa dilantunkan sehabis Tahajjud
Dendang petani selaras dengan kicau burung
Awan hitam kini telah sirna
Menyapu kemuraman yang setahun hilang bersama harap
Satu harap 'tuk suburkan nadi kehidupan
Panen!
Subur!
Terima kasih untuk-Mu!
Hujaaan!
BYARRR!!!
Kini, tak luput satupun berdendang
Bernyanyi dibawah siraman anugerah-Nya.
30-12-2015

Puisi (5)

"TIDAK SELALU"
Karya : Fakta P. B. 


 Tidak selalu yang cantik itu menarik
Tidak selalu kemungkinan dapat jadi kenyataan
Tidak selalu sungai-sungai berwarna jernih
Namun bisa saja yang cantik itu buruk dan busuk
Kemungkinan menjadi petaka, 
dan sungai-sungai bersimbah darah merah...

Tapi semuanya bisa berganti dalam sekejap
Cantik berganti menawan...
Kemungkinan berganti keajaiban...
dan sungai-sungai bermata air dari susu...
Karena Tuhan menghendaki semuanya
Semua yang takkan terukur pasti oleh nalar kita 
Takkan pernah bisa....

5-10-2015
*dibuat pas peringatan HUT TNI* 

Sabtu, 26 Desember 2015

Ode untuk cinta (puisi)

"ODE UNTUK CINTA"
Karya : Fakta P. B. 



Lantunan kasihmu bekukan nafas insan bumi
Melagukan dendang berirama kepasrahan
Ya, aku pasrah depan pangkuanmu
Serta sirnakan pandangan bersihku

Jika sosokmu kerap hadirkan kesendirian
Kenapa ku masih menggenggam dirimu?

Telah banyak yang sakit
Cerita di sekelilingku terus menutur 
Hadirmu sesakkan ruang rindu yang lengang
Namun tak jarang senyum terulas 
di ujung bibir yang terkadang hadir banyak rasa
dalam bentuk kefanaan kata

Tetap ku 'kan berterimakasih
Kembali tertunduk di hadapmu
Hingga masa ini tak berdetak 
dan semuanya hilang seperti debu pasir

Kalian... berterimakasihlah padanya.


17-10-2015
*puisi ini sebagai bentuk syukurku pada CINTA*   

Pada Semburat Rembulan (puisi)

"PADA SEMBURAT REMBULAN DI MALAM ITU"
Karya : Fakta P.B. 


Angin membelah keheningan hati
Kian menusuk dada dan terbilang berhembus
Desir nadi getarkan rasa 
Coba gapai indahnya berkas-berkas malam
Aneh kurasakan tiap jengkal yang dini
Hingga...
Semburatnya nampakkan kemurungan hatinya
Seirama dengan hatiku
Meniti pada lagu pelan yang mengalun di radio kamar
Penuh dengan bait-bait memanjakan
Ternyata kau sedang bersedih, ya?
Aduhai... kenapa kini kau menyatu denganku?
Bagaimana kabar tetaburan bintang?
Matahari?
Awan yang takkan bergeming?
Galaksi?
Tolong kau tanyakan pada mereka
dan kelak kau curahkan padaku....
05-12-2015
   

Remaja dan Iblis (puisi)

REMAJA DAN IBLIS
Karya : Fakta P.B. 


Kau menggoda, takkanlah ku tergoda
Dengan lidah buasmu
Bicarakan hasrat dengan cinta
Kau berkoar... terus ku tepiskan
Gunakan mulut kotormu
Pamerkan dogma-dogma kenafsuan
Kau jilat sana-sini... Kuanggap itu sampah
Membusuk di segala penjuru 
Urat kehidupan seketika melemah dan berpasrah
Kau taburkan nista... aku terheran
Ingin sekali ku tanyakan,
dimana nurani dan mata hatimu?

Bukanlah pribadiku munafik
dan berkata sok suci
Aku pun begitu kotor dan hina
Namun itulah yang sesungguhnya
Realita dalam fana, imaji dalam nafsu
Industri iblis tak kasat mata namun tetap terasa
Mengembangbiakkan ribuan telur untuk para pendosa

HAI, Remaja !
Dini dan kini
Jauhilah lidahnya... 
Beranjaklah dari bibir dan mulutnya
dan coba musnahkan dengan bara
Moga ada sebuah doa yang terlontar: 

"Damailah di dunia!" 

04-12-2015
00:42 WIB 

Sebelum Rinduku Pulang (puisi)

SEBELUM RINDUKU PULANG
Karya : Fakta P.B. 


Sorot lampu mobil menerangi inci wajahku
Ketika hati ini ku tinggalkan di pintu rumah
Semuanya 'kan seperti sediakala
Mimpi yang ku simpan dalam tas ransel 
Kelak akan diriku buka
Hanya bagi mereka berdua, kulaporkan keluh kesah
Angan....
Marah...
Obsesi...
Ambisi....
Rinduku takkan terganti, Aku yakin...
Sangat yakin!
Hanya saja siapa yang mengantarkannya pulang?
Ketukkan daun pintu kekangenanku.


dibuat pada tanggal: 17-10-2015
*terinspirasi dari kisah kepulangan seseorang yang kembali ke rumahnya--dari inspirasiku dan pengalaman...*