Rabu, 06 Januari 2016

Puisi (10)

"AIR MATA"
Karya: Fakta P. B.


Jikalau hatinya tak selaras dengan kau
Mengalirlah ia secara perlahan
Ketika secercah kasih dari seseorang perlahan sirna
'Kan dapat hadirkan sosoknya seiring wajah sendumu

Mengapa harus ada hadirmu,
di tengah suasana yang tak pernah diinginkan?
Meski pelangi dengan pesonanya
Tersenyum sehabis basah bumi dengan sang hujan

Mungkin ku tak akan pernah bisa mengelak
Langkahmu tetap membuat pipi ini basah
Jatuh perlahan menggenangi
relung hati dengan sejuta rasa

Kau takkan pernah luput
Wahai... pengiring kesedihan
Kehancuran hati. 

07-01-2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar